Prospek Perusahaan

Prospek Perusahaan


Tahun 2019, perekonomian Indonesia diyakini masih akan tumbuh secara positif. Kendati tidak akan ada lonjakan yang signifikan, namun fundamental ekonomi Indonesia diyakini masih cukup kuat. Kondisi ini merupakan peluang bagi Jamkrindo untuk terus memacu laju pertumbuhan usahanya.

Perekonomian Indonesia hingga saat ini mengalami pertumbuhan yang stabil didukung dengan adanya target Pemerintah dalam pembangunan di bidang infrastruktur. Aliran dana terus dibutuhkan untuk menyokong pembangunan infrastruktur. Pihak perbankan maupun non perbankan tidak dapat terlepas dari dukungan penjaminan kredit, sejalan dengan tingginya risiko yang dihadapi oleh lembaga penyalur keuangan. Prospek industri penjaminan secara umum saat ini diuntungkan oleh berakhirnya masa transisi Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang Penjaminan, sehingga sangat memungkinkan bagi perusahaan penjaminan akan mengalami peningkatan volume penjaminan yang berpengaruh langsung terhadap laba Perusahaan.

Tahun 2019, Jamkrindo juga memiliki potensi yang sangat besar untuk ekspansi usaha. Terbitnya PP 35 Tahun 2018 tentang Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia memberikan peluang pasar baru di industri penjaminan. Hal tersebut disebabkan karena Jamkrindo dapat menggarap pasar selain UMKM melalui sinergi BUMN.

Pada penjaminan KUR, Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp140 triliun. Penyaluran KUR di tahun 2019 meningkat sebesar 14% dari tahun 2018 sebesar Rp120 triliun. Peningkatan penyaluran KUR dari Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan target volume penjaminan KUR Perusahaan. Sejalan dengan peningkatan target penyaluran KUR dari Pemerintah, Perum Jamkrindo meningkatkan target volume penjaminan Non KUR 2019 menjadi sebesar Rp122,36 triliun. Target penjaminan Non KUR terus ditingkatkan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu program KUR dihentikan, maka Perusahaan dapat meningkatkan fokusnya terhadap penjaminan kredit Non KUR.