Berita

Pesan Komisaris Utama pada Pisah Sambut Direktur Utama Jamkrindo

Berita | Kamis, 24 Desember 2020 10:05

Komisaris Utama PT Jamkrindo, Sri Mulyanto menyampaikan ada 4 strategi yang menjadi fokus utama Jamkrindo dalam beberapa tahun terakhir. Strategi-strategi ini berhasil membawa Jamkrindo ke level yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Ia pun menyambut baik kehadiran Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama Jamkrindo dan berharap bisa membawa Jamkrindo lebih maju lagi.

___________________

Komisaris Utama PT Jamkrindo Sri Mulyanto menyampaikan bahwa seluruh jajaran Komisaris, Direksi serta insan Jamkrindo menyambut hangat kehadiran Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama PT Jamkrindo. Ia menyampaikan pergantian direksi maupun pergantian komisaris dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar. Namun ada satu yang bersifat tetap yaitu tuntutan yang tidak pernah berubah.

”Siapa pun boleh diganti, tapi untuk kinerja perusahaan harus semakin baik. Siapa pun yang diberikan amanah harus mampu membawa organisasinya dalam pertumbuhan yang berkesinambungan, sustainable. Kami yakin pengalaman yang sangat memadai dari Bapak Putrama dimana sudah seperempat abad di dunia perbankan yaitu di BNI dengan menempati jabatan direktur akan menjadi suatu kesempatan yang baik untuk pertumbuhan Jamkrindo,” ujarnya.

Sri Mulyanto juga berharap melalui pengalaman Direktur Utama yang terbaru ini akan membawa pertumbuhan Jamkrindo menjadi lebih jauh lagi, sehingga membawa peningkatan kinerja Jamkrindo sesuai dengan yang sudah ditetapkan.

Harapan itu disampaikan Komisaris Utama pada acara pisah sambut Direktur Utama PT Jamkrindo yang diselenggarakan di Gedung Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 November 2020. Pisah sambut itu dihadiri mantan Direktur Utama PT Jamkrindo Randi Ando, Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan, seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta pejabat lainnya.

Sri Mulyanto menjelaskan, strategi yang selama ini dijalankan oleh manajemen Jamkrindo cukup berhasil yaitu pertama, focusing orientasi bisnis dimana tidak semata untuk mengejar peningkatan volume penjaminan, tetapi diimbangi dengan pengendalian risiko.

”Sehingga peningkatan volume penjaminan itu memberikan nutrisi terhadap peningkatan earning before tax atau bahkan hasil akhirnya earning after tax,” katanya.

Sri Mulyanto melanjutkan, oleh karena itu Dewan Komisaris selalu menekankan dalam berbagai kesempatan, utamanya dalam kesempatan rapat Direksi dan Komisaris, untuk memetakan dan memaparkan portofolio produk dari Jamkrindo disandingkan dengan risk profile dari masing-masing produknya.

“Kita menginginkan suatu blended portofolio produk Jamkrindo dengan memperhatikan risk profile-nya dari masing-masing produk. Oleh karena itu diambil kebijakan tahun 2020 ini ada beberapa produk yang dihentikan. Karena kita menyadari di langkah awal risk profile-nya sudah di atas 100%. Ngapain kita harus rugi sementara masih banyak peluang bisnis yang perlu kita tekuni dengan baik,” jelasnya.

Strategi yang kedua yang dilakukan adalah struktur organisasi yang semula dari Perum menjadi PT. Dalam struktur organisasi sebelumnya, pekerja support persentase-nya lebih besar daripada tenaga kerja yang teralokasikan pada getting the business.

“Dalam lembaga bisnis harus ada perbaikan dari struktur organisasi sehingga jumlah personil yang dikerahkan to getting to business alokasinya menjadi lebih besar, sehingga jumlah supporting lebih rendah. Sebagai organisasi bisnis itulah yang benar,” kata Komisaris Utama Jamkrindo.

Strategi yang ketiga adalah konsen dan aware bahwa aset utama dari setiap badan usaha adalah sumber daya manusia (SDM). Meskipun Jamkrindo memiliki modal dan gedung, akan tetapi aset utamanya adalah sumber daya manusia.

“Oleh karena itu manajemen selalu menekankan perlunya peningkatan kompetensi dari sumber daya manusia seluruh insan Jamkrindo. Knowledge, attitude serta skill itu secara bertahap diberlakukan di program SDM. Ini merupakan langkah yang sangat penting karena kita menyadari challenge di masa depan itu nggak akan lebih ringan, akan tetapi lebih kompleks dan lebih berat. Karena itu insan Jamkrindo dituntut lebih cepat dan ditekankan berpikir out of the box dalam pengambilan keputusan yang sangat strategis agar kita dapat tetap menahkodai perusahaan ini dengan lebih baik lagi,” jelasnya.

Strategi yang keempat, Sri Mulyanto menyampaikan terkait masalah dalam perusahaan yaitu tunjangan cadangan klaim. Karena bagi perusahaan penjaminan, perhitungan akurasi jaminan cadangan klaim itu mencerminkan elaborate dan pengelolaan government yang bagus. Sosok Randi Anto juga sangat hati-hati dalam memanfaatkan investasi di Jamkrindo dimana pada periode-periode sebelumnya investasi merupakan blackbook di Jamkrindo.

“Alhamdulillah di tahun 2020 ini seiring dengan adanya turbulensi di pasar modal, pendapatan bersih kita sekarang lebih tinggi dibanding hasil investasi, sehingga diharapkan nantinya terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tandas Sri Mulyanto. Komisaris Utama optimistis dengan kehadiran Direktur Utama yang baru, dan kerja keras serta kerja sama seluruh insan Jamkrindo, perusahaan ini akan semakin maju ke depan. (*)