Berita

Jamkrindo Jamin Kredit Senilai Rp54,29 Triliun

Berita | Senin, 16 Januari 2012 23:55

JAKARTA: Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia membukukan penjaminan kredit sebesar Rp54,29 triliun sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Nahid Hudaya mengatakan kontribusi terbesar berasal dari penjaminan kredit eksisting yang mencapai Rp34,09 triliun atau 62,79% dari total penjaminan. Sementara itu, 35,57% dari jumlah tersebut disumbang oleh penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai Rp20,2 triliun.

Di sisi lain, realisasi penjaminan melonjak hingga 60% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp33,95 triliun. Sekaligus, pencapaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan perusahaan pada tahun lalu sebesar Rp36 triliun.

“Pertumbuhan kredit eksisting [non-KUR] cenderung stabil dari tahun ke tahun, seiring dengan bisnis
komersial yang terus meningkatkan kreditnya,” jelas Nahid, kemarin.  Dia menambahkan lonjakan tajam penjaminan terhadap KUR disebabkan oleh adanya nasabah yang beralih dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Selain itu, faktor pertumbuhan penjaminan KUR dipengaruhi oleh peningkatan penyaluran KUR dari pemerintah dan perbankan. Sementara itu, PT Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur (Jamkrida
Jatim) merealisasikan penjaminan kredit sebesar Rp315,84 miliar pada 2011, meningkat 238,55% dari tahun sebelumnya sebesar Rp93,29 miliar.

Direktur Penjaminan Jamkrida Jatim Chusnul Maarif mengatakan penjaminan kredit didominasi oleh
sektor usaha produktif sebesar 94% dari total penjaminan atau Rp206,57 miliar. Sisa 6% atau Rp15,97 miliar didistribusikan untuk penjaminan sektor usaha nonproduktif. “Sesuai arahan Gubernur Jatim, kami harus menjamin UMKM yang memiliki usaha produktif guna memperluas multiplier effect,” paparnya.

LKPD lainnya, yakni PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara (Jamkrida Bali) telah memberikan penjaminan kredit sebesar Rp38,3 miliar selama Februari- Desember2011. Lembaga penjaminan kredit daerah milik Pemprov Bali ini mulai menyalurkan penjaminan kredit sejak Februari tahun lalu. Realisasi pen jaminan telah melampaui target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp34 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia, 12  Januari 2012