Berita

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Tembus Rp29 T

Berita | Senin, 16 Januari 2012 08:35

Melampaui target yang ditetapkan pemerintah pada tahun lalu sebesar Rp20 triliun.

VIVAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2011 mencapai Rp29 triliun atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah Rp20 triliun.

"Total nasabah mencapai enam juta. Lebih dari 600 ribu nasabah meningkat kelasnya menjadi komersial. Dari sebelumnya non-bankable menjadi bankable, kami minta agar ditingkatkan terus," kata Hatta dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.

Untuk 2012, Hatta melanjutkan, pemerintah menargetkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp30 triliun atau naik Rp10 triliun dari sebelumnya dengan realisasi yang diperkirakan lebih tinggi.

Dari target itu, 50 persen di antaranya diserap oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Pada tahun ini, BRI diharapkan dapat menambah aksesibilitasnya hingga ke daerah-daerah terpencil.

"Kami tambah 13 bank, termasuk BPD (Bank Pembangunan Daerah). Kami harapkan, BPD masuk untuk kredit Rp20 juta ke atas. Selama ini, bank memberikan kredit ritel di atas Rp20 juta," kata Hatta.

Hatta menambahkan, pemerintah juga menambah jaminan terhadap KUR yang sebelumnya hanya dilakukan PT Jamkrindo dan PT Askrindo, sehingga pada 2012 akan ada jaminan tambahan dari Jamkrido Jawa Timur.

Sementara itu, dia melanjutkan, sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus, di antaranya pertanian dan perikanan. Kemudian, terdapat sektor lain yaitu sektor yang dibina oleh perindustrian, perdagangan, kehutanan, industri kreatif, koperasi, dan Usaha Kecil Menengah.

"Dari sektor hulu akan tumbuh, tidak hanya mikro, tapi jadi bankable dan komersial. Untuk pebisnis pemula menggunakan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan)," ujarnya.

Terakhir, kata Hatta, suku bunga tetap ritel maksimal 13 persen dan untuk kredit mikro maksimal 22 persen. Dengan catatan, bank di Indonesia menetapkan kredit di bawah 22 persen, sehingga pemerintah menjaga pada batas maksimal.

"Kami kembangkan linkage, usaha-usaha di daerah, koperasi, dan lain-lain," ujar dia.

Sumber : vivanews.com