Berita

Perusahaan Penjamin Boleh Investasi di Saham

Berita | Senin, 05 September 2011 08:25

JAKARTA – Biro Penjaminan dan Pembiayaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menuturkan perusahaan penjaminan boleh melakukan investasi dalam bentuk saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun ditetapkan paling tinggi 10 persen dari jumlah investasi.

Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 99/PMK.010/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 222 /PMK.010.2008 tentang perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang kredit.

“Kalau dulu kan perusahaan penjaminan hanya boleh berinvestasi dalam bentuk deposito saja yaitu bentuk deposito dalam bentuk bank umum ditetapkan paling tinggi 50 persen dari jumlah investasi, sekarang diperbolehkan untuk investasi dalam bentuk banyak salah satunya adalah boleh investasi dalam bentuk saham yang tercatat di BEI paling tinggi 10 persen dari investasi, agar return-nya lebih tinggi” ungkap Kabiro penjaminan dan pembiayaan Bapepam M Ihsanuddin, Jakarta, Jumat (12/8/2011).

Selain boleh beriinvestasi dalam bentuk saham, perusahaan penjaminan juga boleh melakukan dalam bentuk obligasi korporasi dan sukuk korporasi yang masuk peringkat investasi (investment grade) saat penempatan ditetapkan paling tinggi 20 persen dari jumlah investasi.

Lalu investasi perusahaan penjaminan juga diperbolehkan dalam bentuk surat berharga dan atau surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) ditetapkan paling tinggi 50 persen dari jumlah investasi.

Selain itu, perusahaan penjaminan juga boleh investasi dalam bentuk reksadana dan atau reksadana syariah yang ditetapkan paling tinggi lima persen dari jumlah investasi dan atau investasi dalam bentuk penyertaan langsung pada Penjamin ulang yang ditetapkan paling tinggi 10 persen dari jumlah investasi. (wdi)

Sumber : okezone