Berita

Kewajiban lembaga penjaminan naik

Berita | Jumat, 01 Juli 2011 08:25

JAKARTA. Nilai total kewajiban penjaminan kredit terhadap modal (gearing ratio) lembaga penjaminan kredit naik. Data terbaru Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mengungkapkan, pada April 2011, nilai rata-rata gearing ratio untuk usaha produktif penjaminan menjadi 9,07 kali.

Sementara pada bulan Maret 7,06 kali. Pada Januari dan Februari, angka gearing ratio hanya 6,53 kali dan 6,89 kali.

Kepala Divisi Keuangan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Hendry Nur Irianto mengatakan, gearing ratio Jamkrindo meningkat menjadi 9,74 kali pada April. Di bulan sebelumnya hanya mencapai 7,45 kali. Bahkan pada bulan Mei, gearing ratio Jamkrindo cuma 7,03 kali.

Hal yang sama terjadi pada angka rasio utang untuk usaha nonproduktif. Rasio utang terhadap modal usaha di usaha nonproduktif meningkat menjadi 24,72 kali per April dari bulan Maret 19,04 kali.

Angka gearing ratio Jamkrindo untuk usaha non produktif per April misalnya sebesar 26,70 kali. Padahal di bulan Maret angka rasio ini hanya 20,22 kali. "Jika ada pelunasan pembayaran penjaminan, otomatis nilai gearing ratio turun karena outstanding penjaminan menjadi lebih kecil," kata Hendry, Kamis (30/6).

Jika nilai kewajiban penjaminan makin besar, nilai gearing ratio pun semakin besar. Biasanya, kata Hendry, earning ratio Jamkrindo berkisar antara tujuh kali hingga delapan kali.

Dari total angka industri penjaminan, nilai penjaminan Jamkrindo mencapai 95% dari total industri penjaminan. Selebihnya milik PT Penjaminan Kredit Pengusaha Indonesia, PT Jamkrida Jatim dan PT Jamkrida Bali Mandara.

Lihat saja PT Jamkrida Jatim tahun lalu mencatat nilai penjaminan kredit sebesar Rp 105 miliar. Sedangkan hingga Mei lalu, nilai penjaminan Jamkrida Jatim hanya Rp 78 miliar. Sekadar mengingatkan, hingga April penjaminan Jamkrindo sudah mencapai Rp 15,9 triliun.

Pertumbuhan aset industri penjaminan di bulan April mencapai 7,45% dari bulan sebelumnya. Total aset per April 2011 mencapai Rp 3,4 triliun. Sementara pertumbuhan aset per Februari dan Maret 1,85% dan 1,76%.

sumber : kontan online