Berita

Penyaluran kredit usaha rakyat oleh 13 BPD terlambat

Berita | Rabu, 23 Maret 2011 08:20

JAKARTA: Penyaluran dana pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, menengah oleh 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang baru bergabung sebagai penyalur dipastikan tertunda meski  pemerintah menjamin target penyaluran Rp3,5 triliun akan tercapai.

Choirul DJamhari, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan, penundaan itu disebabkan peluncuran ke-13 BPD yang baru bergabung belum dilaksanakan.

”Meski demikian, target penyaluran oleh seluruh BPD, termasuk 13 BPD lama, tidak berubah dari Rp3,5 triliun. Jadi, tidak akan mengurangi kinerja ke-26 BPD sebagai pendukung 6 perbankan nasional menjadi penyalur kredit usaha rakyat,” ujarnya hari ini.

Pemerintah tidak khawatir terhadap penundaan peluncuran kesertaan 13 BPD tambahan, karena tinggal melaksanakan penandatanganan antara 13 BPD dan dua perusahaan asuransi penjamin yakni PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Dia memperhitungkan sebelum Mei 2011 penandatanganan antara perusahaan asuransi penjamin dan 13 BPD akan terlaksana, dan segera melaksanakan tugas penyaluran, mengikuti jejak 13 BPD lain yang lebih dulu menjadi penyalur KUR bersama Bank BTN, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri.

Pada tahun lalu penyaluran oleh 13 BPD juga sempat tertunda, disebabkan ada amandemen regulasi KUR yang dilakukan Komite Kebijakan KUR di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonimian. Sedangkan target penyaluran sebesar Rp2,75 triliun bisa dilaksanakan ke-13 BPD.

Adapun 13 BPD yang lebih dulu eksis menjadi penyalur KUR adalah, Bank DKI Jakarta, Bank Jabar Banten, Bank Jatim, Bank Jateng, Bank DIY, Bank NTB, Bank Sulut, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank Kalteng, Bank Malukku, dan Bank Papua.

Bank BPD yang akan bergabung pada tahun ini adalah, Bank Kaltim, Bank Sulsel, Bank NTT, Bank Lampung, Bank Bengkulu, Bank Riau Kepri, Bank Sumsel Babel, Bank Sulteng, Bank Sultra, Bank Jambi, Bank Aceh, Bank Sumut, dan Bank Bali.

Terkait akumulasi dana yang ditargetkan kepada 13 BPD pemain baru dalam KUR hanya sekitar Rp750 miliar, Choirul Djamhari, mengemukakan, angka tersebut sesuai dengan kapasitas mereka dalam menyalurkan dana.

”Jumlah itu kami nilai realistis, karena tidak semua BPD memiliki kemampuan besar menyampaikan dana KUR kepada pelaku sektor riil. Namun ada juga bank yang mengajukan penyaluran lebih dari plafon semula. Bank NTT misalnya, mencanangkan peningkatan penyaluran dari Rp50 miliar,” papar Choirul.

sumber : bisnis.com