Berita

Perum Jamkrindo Lakukan Penjaminan Distribusi Semen PT Semen Baturaja

Berita | Rabu, 14 Juni 2017 04:45

Perum Jamkrindo menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Semen Baturaja untuk penjaminan distribusi semen dalam rangka sinergi BUMN. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi bersama Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Bakti Prasetyo di kantor Kementerian BUMN, Kamis 14 Juni 2017.

Pada acara tersebut, Bakti Prasetyo didampingi oleh Direktur Operasional dan Jaringan Perum Jamkrindo Sophia Alizsa, dan Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Resiko Perum Jamkrindo  I. Rusdonobanu.

Selain bersinergi dengan Perum Jamkrindo, dalam kesempatan tersebut PT Semen Baturaja juga menandatangani PKS dengan perbankan BUMN tentang pembiayaan distributor dan supplier, disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno dan beberapa pejabat BUMN lainnya.

Bakti Prasetyo menjelaskan bahwa kerjasama antara Perum Jamkrindo dan PT Semen Baturaja ini merupakan langkah strategis guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi bisnis untuk meningkatkan sinergi kedua BUMN, serta kelancaraan kegiatan bisnis kedua belah pihak dengan prinsip saling menguntungkan.

Dijelaskan Bakti bahwa penjaminan distribusi semen PT Semen Baturaja merupakan penjaminan ketiga. “Dengan adanya Perjanjian Kerjasama dengan PT Semen Baturaja ini diharap Perum Jamkrindo dapat menambah lebih banyak lagi mitra di bisnis distribusi semen,” imbuhnya.

Potensi produksi PT Semen Baturaja tahun 2017 adalah sebesar 2 juta ton atau setara dengan Rp 2 triliun,. Nantinya, Penjaminan Distribusi semen PT Semen Baturaja menggunakan skema pengajuan secara kasus perkasus (CBC), yakni pada saat menganalisa kesesuaian plafond induk calon distributor semen.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi mengatakan, kerjasama dengan Perum Jamkrindo sangat dibutuhkan agar Semen Baturaja terproteksi dari distributor yang tidak kompeten. Dengan demikian, pendistribusian semen perusahaan milik negara ini dapat berjalan mulus.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno mengaku gembira dengan terlaksananya penandatanganan perjanjian kerjasama diantara beberapa BUMN ini. Dia pun berterima kasih kepada Perum Jamkrindo yang berperan sebagai penjamin distribusi semen PT Semen Baturaja.

”Sekarang ini program utama Kementerian BUMN adalah sinergi BUMN, selain juga hilirisasi, pemerataan pembangunan, dan kemandirian keuangan,” jelasnya. Dia menjelaskan, sinergi BUMN ada beberapa tingkatan.

Level yang paling rendah adalah sinergi transaksional atau sinergi abal-abal. Disebut sinergi abal-abal karena biasanya sinergi ini hanya di atas kertas. Setelah penandatanganan kerjasama selesai, tidak ada tindak lanjut. ”Kita tidak mau sinergi abal-abal seperti ini. Dari 1.000 MoU yang telah ditandatangani oleh BUMN, hanya 10 persen yang jalan,” kata Hary Sampurno.

Sinergi BUMN setidaknya harus mencapai level kedua yaitu kolaboratif. Bagaimana dua BUMN atau lebih berkolaborasi dalam bisnis. Level ketiga adalah aliansi strategis. Dan level tertinggi yaitu konsolidasi yang sekarang sedang dilakukan oleh Kementerian BUMN dengan membentuk induk-induk usaha (holding) BUMN. (*)