Berita

Menggembleng UMKM Fashion

Berita | Kamis, 27 April 2017 12:07

Perum Jamkrindo melalui Divisi Pemeringkatan UMKM & Konsultasi Manajemen melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila dalam pendataan dan updating database UMKM.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di Kantor Pusat Perum Jamkrindo, Kemayoran, Jakarta pada hari Kamis, 26 April 2017 yang diwakili oleh Dirut Perum Jamkrindo Diding S. Anwar dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Sri Widiastuti.

Bersamaaan dengan ini juga dilaksanakan Training & Business Matching UMKM Fashion yaitu sebuah konsep acara yang diprakarasi Jamkrindo untuk mempertemukan UMKM Terjamin/Calon Terjamin pada komunitas UMKM bidang Fashion dan para desainer yang tergabung dalam IFC (Indonesia Fashion Chamber). 

Pertemuan UMKM sektor fashion ini sekaligus sebagai bentuk dukungan penelitian yang sedang dilakukan oleh Dosen Universitas Pancasila. Di kegiatan ini UMKM telah diminta untuk membawa contoh produk fashion (hasil jahitan, rancangan, dll), agar dapat dinilai oleh pakar yang hadir dan mendapat bimbingan/arahan. 

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pelaku subsektor fashion diharapkan memiliki keterampilan yang memadai, sehingga potensi dan kemampuan fashion di Indonesia dapat tergali dan termanfaatkan dengan baik, serta menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

Selain itu juga digelar Diskusi Panel narasumber UMKM sehubungan strategi peningkatan daya saing UMKM dengan menghadirkan Peserta & Narasumber : Bapak Achsanul Qosasi (Ketua III BPK RI), Dr. Muhammad Rizal, SH, MH (Dosen Pasca Sarjana Administrasi Bisnis Unpad), Dr. Margo Purnomo (Penggagas Yayasan Rumah Kewirausahaan & Pengembangan Diri) Ferry Susanto (National Advisory Board of Indonesian Fashion Chamber), Erwin Permana (Entrepreneurship & Konsultan Bisnis), Gatot Hendro Prakosa (Binus Entrepreneurship Center) dan, Derriawan (Sekprodi Pasca Sarjana MM UP).

Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar mengatakan, era globalisasi yang ditandai dengan banyaknya perdagangan bebas antar negara mengharuskan UMKM terus meningkatkan daya saing. Kalau tidak, mereka akan kalah saing.

”Jamkrindo sekarang tidak hanya menjamin kredit UMKM, tapi juga melakukan pendampingan terhadap UMKM. Supaya mereka memiliki manajemen yang baik, pembukuan keuangan yang bagus, dan akses yang luas terhadap pasar,” ujar Diding.

Dia mencontohkan, bisa saja pelaku UMKM memiliki produk fashion yang bagus. Tetapi tidak tahu bagaimana cara memasarkannya, laporan keuangannya juga acak-acakan, tidak tersusun dengan baik. ”Untuk itulah kami menggandeng Universtias Pancasila, bekerjasama melakukan pendataan dan pendampingan terhadap UMKM agar berdaya saing,” katanya.

Achsanul Qosasi (Ketua III BPK RI) bercerita, dulu ketika masih kerja di bank, dia sering datang ke kantor Perum Jamkrindo di Kemayoran, Jakarta. Dulu namanya masih Perum PKK. Menurutnya, Jamkrindo memang patut disebut sebagai guru bagi UMKM, karena sejak kelahirannya selalu konsisten mengurus UMKM.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Sri Widiastuti mengatakan pihaknya sangat antusias diajak bekerja sama oleh Perum Jamkrindo untuk bersama-sama membantu pengembangan UMKM. Dia yakin dengan potensinya yang sangat besar, UMKM bisa jadi tumpuan utama perekonomian nasional. Hanya saja, pendampingan terhadap UMKM harus lebih diintensifkan agar UMKM berdaya saing. (*)