Berita

Perum Jamkrindo Bersama 24 BUMN Membangun Pasar Mama Papua

Berita | Selasa, 31 Januari 2017 19:06

JAKARTA - Perum Jamkrindo sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang penjaminan kredit UMKM bersama dengan 24 BUMN melakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bantuan prasarana umum pembangunan pasar mama-mama untuk masyarakat Papua. Bantuan ini sebagai bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri.

Penandatanganan MoU dilakukan pada Selasa, 31 Januari 2017 di gedung Kementerian BUMN, Jakarta. Hadir dalam penandatanganan ini Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko Perum Jamkrindo I Rusdonobanu bersama dengan para pimpinan 24 BUMN yang telah ditunjuk sebagai BUMN donatur pembangunan pasar Mama.

Menteri BUMN telah menetapkan program Sinergi BUMN untuk berperan dalam membangun Pasar Mama-Mama di Provinsi Papua yang ditempatkan di lahan milik Damri seluas 2.490 meter persegi di Jayapura, didanai oleh BUMN Donatur dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) selaku kontraktor dan PT Pertamina sebagai koordinator penghimpunan dan penyaluran dana program Bina Lingkungan (CSR/BL).

BUMN Donatur yang menyisihkan dana CSR/BL-nya untuk mendanai pembangunan Pasar Mama-Mama diantaranya yakni Bank BRI memberikan bantuan senilai Rp 4,35 miliar,  Pertamina senilai  Rp 6,2 miliar,  Bank Mandiri senilai Rp 4,37 miliar, PGN Rp 1 miliar, Telkom Rp 3,87 miliar, Bank BNI sebesar Rp 3,5 miliar, Jasa Marga sebesar Rp 3 miliar, Jasa Raharja sebesar Rp 3,87 miliar, Pupuk Indonesia sebesar Rp 2 miliar.

Semen Indonesia sebesar Rp 2 miliar, Bank BTN sebesar Rp 2 miliar, Askrindo Rp 500 juta, ASABRI Rp 500 juta, Jasindo Rp 500 juta, Taspen Rp 500 juta, Jiwasraya sebesar Rp 500 juta, Perum Jamkrindo Rp  500 juta, PTPP sebesar Rp 300 juta, Wijaya Karya Rp 500 juta, Waskita Karya sebesar Rp 500 juta, Adhi Karya sebesar Rp 500 juta, PLN Rp 1,5 miliar, selain itu juga ada DAMRI dan PT Virama Karya dengan total  dana yang dikumpulkan sebesar Rp 42,467 miliar.

Pembangunan pasar bagi Mama-Mama Papua ini merupakan program nawacita Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan prioritas perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salah satu perwujudan program Nawacita tersebut adalah membangun Pasar Mama-Mama di Provinsi Papua.

Sebagai pelaksanaan, pasar ini akan  dibangun secara modern baik bangunan dan pengelolaannya sehingga  mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua khusunya, dan membangun negeri demi rakyat di seluruh Indonesia secara umum. Dalam pembangunan pasar ini juga akan ada pasar khusus untuk kerajinan Mama-mama Papua dan juga pasar basah. Sebelumnya, meskipun masih dikelola secara tradisional, Pasar Mama-Mama di wilayah Papua telah eksis dan secara nyata mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua.

Peletakan batu pertama pembangunan pasar Mama-Mama sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi saat mengunjungi Papua Barat tahun lalu bersamaan dengan peresmian proyek infrastruktur lainnya. Pemerintah menargetkan pelaksanaan program membangun 5.000 pasar dalam 5 tahun akan terus di kejar. (*)