Berita

Perum Jamkrindo Siap Garap Bisnis SRG

Berita | Selasa, 06 Desember 2016 09:10

CIANJUR - Perusahaan Umum (Perum) Jamkrindo ditunjuk menjadi Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang (LPP SRG) sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2016. Artinya, perusahaan penjaminan kredit pelat merah ini siap ikut berperan menjaga stabilitas harga komoditas. “Prioritas Jamkrindo saat ini adalah berjalannya penjaminan SRG sesegera mungkin setelah menerima PMN diterima,”kata Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar dalam keterangan tertulisnya.

 
Sebagai LPP-SRG, Jamkrindo berfungsi melindungi hak Pemegang Resi Gudang Dan/Atau Penerima Hak Jaminan apabila terjadi kegagalan, ketidakmampuan, dan/atau kebangkrutan pengelola gudang dalam menjalankan kewajibannya dan memelihara stabilitas dan integritas Sistem Resi Gudang sesuai dengan kewenangannya
 
Bersamaan dengan itu, pemerintah meluncurkan program yang  mengintegrasikan SRG dan Pasar Lelang Komoditas Online pada 5 Desember 2016 yang peluncurannya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh Para Menteri Bidang Ekonomi, Gubernur, Bupati/ WaIikota dari beberapa daerah, petani dan kelompok tani.
 
Menurut Diding, dengan adanya integrasi SRG dan Pasar Lelang Komoditas menjadi salah satu solusi karena keduanya berjalan sendiri-sendiri dan parsial. Untuk itu, diperlukan sinergitas antar kedua instrumen tersebut, baik pada tataran kebijakan, regulasi, dukungan teknologi informasi yang terpadu."Semoga integrasi Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas dapat memberdayakan pertani dan sekaligus menciptakan efisiensi perdagangan,"kata Diding.
 
Saat ini Pasar Lelang yang dibina dan diawasi oleh Bappebti telah dilaksanakan di 15 daerah dengan 17 penyelenggara, namun jenis komoditas dan kualitas sangat beragam, penjual dan pembeli juga masih terbatas, sedangkan Sistem Resi Gudang yang telah dilaksanakan di 98 gudang yang tersebar di 75 kabupaten pada 21 propinsi masih sebatas instrumen tunda jual dan pembiayaan tanpa terkoneksi dengan pasar. Tercacat, komoditi yang bisa disimpan oleh pengelola gudang dalam rangka pelaksanaan SRG antara lain rotan, gabah, gambir, beras, teh, jagung, dan karet. Ada pula komoditi rumput laut, kopi, kakao, timah, lada, kopra, dan garam.
 
Untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan pemanfaatan SRG oleh para petani dan pelaku usaha lainnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengembangkan aplikasi SRG Mobile. Aplikasi yang dapat diakses melalui telepon seluler ini memberikan kemudahan kepada pemilik barang maupun pengelola gudang untuk melakukan penyimpanan barang, memperoleh referensi harga dan membuat rencana pemasaran melalui Pasar Lelang Komoditas.
 
Pada saat yang bersamaan, dibangun pula sebuah sistem Pasar Lelang Komoditas Terpadu yang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi internet untuk meningkatkan peluang dan memperluas jangkauan pasar, serta mengatasi kendala jarak maupun waktu. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepesertaan penjual maupun pembeli, mengefisiensikan pemasaran dan membuka akses pemasaran bagi petani.
 
Penerima manfaat dari kegiatan integrasi Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Online adalah Solusi terpadu untuk membuka akses pasar dan pembiayaan dengan 3M (mudah, murah, manfaat). Pemberdayaan petani dan Pelaku Usaha Kecil dan Menengah, Efisiensi perdagangan dan peningkatan daya saing, Peningkatan daya saing komoditas nasional, dan munculnya peluang bisnis bagi pelaku usaha (Jasa Pergudangan, Grading, Jasa Keuangan/Perbankan)