Berita

Jamkrindo Gelar Media Gathering di Kepulauan Seribu

Berita | Senin, 21 November 2016 09:05

JAKARTA  I  Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) menyelenggarakan Media Gathering di Pulau Royal, Kepulauan Seribu, Jakarta. Acara ini dilaksanakan 19-20 November 2016. Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan, Media Gathering ini diselenggarakan dengan tujuan menjalin hubungan baik dengan para penggiat media atau para wartawan.
"Ingin menjalin hubungan baik dan hubungan emosional yang lebih dekat lagi dengan para awak media," kata Diding saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara Media Gathering di Marina Quick Silver, Ancol, Jakarta, Sabtu (19/11).

Selain itu, Diding berharap media dapat menjadi partner dan dapat berpartisipasi dalam mensosialisasikan program-program penjaminan yang dilakukan oleh Jamkrindo kepada Masyarakat.
"Program penjaminan ini perlu disosialisasikan secara intensif kepada masyarakat, karena masyarakat masih banyak yang belum tau. Untuk itu, peran media sangat penting dalam hal ini," ujar dia.

Diding menjelaskan, Jamkrindo adalah perusahaan yang Berbadan Hukum Perusahaan Umum (PERUM)
"Satu-satunya BUMN di Bidang Penjaminan, seperti dalam UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Penjaminan dan PP Nomor 1 Tahun 2016 tentang Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang," jelas Diding.

Jamkrindo juga kata dia, memiliki 9 Kantor Wilayah, 1 Kantor Cabang Khusus, 55 Kantor Cabang dan 13 Kantor Unit Pelayanan. Kemudian, Jamkrindo memiliki     Anak Perusahaan yakni, PT. Penjaminan Jamkrindo Syariah.

Dikesempatan ini, DIding juga mengatakan Perum Jamrindo sebagai satu-satunya BUMN lembaga penjaminan kredit di Indonesia yang juga sebagai penjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR), berkomitmen untuk mengakomodir permintaan kredit UMKM yang ada di seluruh Indonesia.

"Perum Jamkrindo berupaya terus tumbuh secara agresif. Salah satu langkahnya menuju rencana tersebut adalah dengan menjalankan road map penguatan daya saing, untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi perusahaan," katanya.

Jamkrindo mematok pertumbuhan penjaminan kredit sebesar Rp20 triliun pada 2017 dibandingkan 2016 menjadi Rp135 triliun.

Angka ini terdiri dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp50 triliun dan penjaminan nonKUR sebesar Rp85 triliun.

“Apabila Jamkrindo dengan konsolidasi anak usaha bisa mencapai Rp150 triliun penjaminan kredit yang bisa diberikannya,” ujarnya.

Langkah lain yang dilakukan Jamkrindo pada tahun depan, papar Diding, adalah diversifikasi usaha. Dia belum bersedia menyebutkan bisnis tersebut secara rinci. “Jamkrindo ingin punya cucu yang bergerak related dengan kita,” ucapnya.          

Jamkrindo memunyai satu anak usaha yakni PT Penjaminan Jamkrindo Syariah. Perusahaan ini diklaim hanya terdapat di Tanah Air saja.

Untuk tahun ini, total realisasi penjaminan kredit Perum Jamkrindo hingga Oktober 2016 sebesar Rp102,78 triliun, terdiri atas penjaminan non-KUR Rp63,85 triliun dan penjaminan KUR Rp38,93 triliun.

Perusahaan menargetkan penjaminan kredit sepanjang tahun 2016 sebesar Rp115 triliun, kata Diding.

Ia juga mengatakan laba sebelum pajak perusahaan per Oktober 2016 mencapai Rp717,43 miliar atau 77,17 persen dari target tahun ini sebesar Rp940,66 miliar.

Selain itu aset pada Oktober 2016 sebesar Rp12,82 triliun atau meningkat sebesar 10,1 persen dari aset per 31 Desember 2015. Sementara pencapaian ekuitasnya sebesar Rp9,79 triliun atau naik 3,4 persen dibanding per 31 Desember 2015.

Adapun total pendapatan mencapai Rp2,19 triliun terdiri dari pendapatan operasional (pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi) sebesar Rp1,97 triliun atau 69,6 persen dari anggaran Rp2,83 triliun dan pendapatan lain-lain Rp218,81 miliar atau 65,6 persen dari anggaran Rp333,71 miliar.

Sedangkan total beban sebesar Rp1,47 triliun yang terdiri dari beban klaim Rp703,71 miliar atau 56,4 persen dari anggaran Rp1,25 triliun, beban usaha Rp511,98 miliar atau 77,17 persen dari anggaran Rp669,83 miliar serta beban Premi Co Guarantee, Premi Reasuransi dan Restitusi IJP dengan jumlah realisasi sebesar Rp254,09 miliar.

Diding juga mengatakan dalam rangka meningkatkan kinerja dan berbagi pengalaman, Jamkrindo menandatangani nota kesepemahaman dengan lembaga penjamin sejumlah negara seperti India, Korea Selatan dan Chile. (HUMAS)