Berita

Menkop Optimis Target Bawah KUR Rp 13,1 T Tercapai

Berita | Kamis, 02 Desember 2010 07:40

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan optimis target bawah pengucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 1.3 triliun tercapai.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan 33 kepala dinas yang membidangi KUKM (Koperasi dan UKM) provinsi, serta direksi 19 bank penyalur KUR, Menkop mengatakan, target sebesar Rp 13.1 triliun akan tercapai pada akhir tahun.

"Target Insya Allah tercapai. Tetapi Pak Menko menginginkan akselerasi dipercepat agar -kinerja bisa maksimal." ujar

Syarief usai Rakortas Pemberdayaan KUKM di Gedung Smesco. Jakarta, Rabu (24 II)

Target KUR tahun ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu, yang mampu menembus angka Rp 20 triliun. Menurut Syarief, hal itu akibat tertundanya pengucuran selama satu kuartal karena adanya pembaruan peraturan.

"Kita hanya mencapai target bawah karena kita kehilangan satu kuartal dalam penyaluran. Kita kehilangan empat bulan karena kebijakan baru," aku Syarief.

Tetapi Menkop optimis target bawah Rp 13.1 triliun pasti ter-capai dalam satu bulan, mengingat saat ini KUR telah diserap sebanyak Rp 12 triliun. Tahun 2011 nanti pemerintah akan tetap mematok Rp 20 triliun.

Hatta Rajasa menambahkan, program KUR didukung penuh pemerintah. Karena itu, program tersebut haru.-, sukses.

"KUR ini penting dan harus sukses karena inilah yang kita sebut financiai inclusive yang dibahas dalam G20." ujar Hatta.

Menurut Hatta, dalam pertemuan G20. negara-negara didorong memberikan pola-pola kredit seperti KUR, yaitu pinjaman tanpa penjaminan. "Dan Indonesia telah duluan menerapkan-nya," kata Hatta bangga.

Hatta mengatakan, kredit usaha tanpa agunan sangat perlu untuk masyarakat kecil. Pasalnya, masyarakat kecil masih banyak yang non-bankable.

Sejak diluncurkannya program ini, lanjut Hatta, terbukti dari 3 juta debitor, sebanyak 400 ribu pelaku usaha UKM telah naik kelas. Dan dia berharap lebih banyak lagi pengusaha yang naik kelas menjadi pengusaha kelas menengah baru.

Hatta mengingatkan, bagi bank penyalur KUR, tidak perlu ragu mengucurkan kreditnya kepada masyarakat kecil. Soalnya, pemerintah sudah menja-min KUR lewat dua perusahaan penjamin kredit, Jamkrindo dan Askrindo.

"Kalau ada bank yang meminta jaminan, berarti mereka tidak sesuai peraturan. Sebab, Jamkrindo (dan Aksrindo) telah menjamin 80 persen dan kredit ter-M.hui dan perbankan hanya mcn-jamuv20 persen," beber Hatta.

Untuk program ini. Hatta menyebutkan, negara telah mengeluarkan Rp 2 triliun per tahun untuk penjaminan.

Karena itu. Menkop sering melakukan kunjungan ke daerah dalam rangka sosialisasi KUR dan melihat pelaksanaannya langsung di lapangan.

sumber : depkop.go.id