Berita

Berpetualang Mengenal UMKM

Berita | Minggu, 21 Agustus 2016 08:10

“Jamkrindo Motor Rider, Jaya!”, seru M. Natsir Rahmadi, Sekretaris Perusahaan Perum Jamkrindo. Serentak teriakan para peserta pun mengikuti. Sorot lampu dan bunyi lengkingan klakson tak kalah riuh. Dan saatnya deretan motor memulai petualangan menuju kota tasbih.

Barisan motor Jamkrindo Motor Rider memenuhi halaman depan gedung Jamkrindo. Perjalanan kali ini sekitar 30 orang berpartisipasi dalam touring yang berjudul JMR goes to Purwakarta. Setiap peserta dilengkapi dengan pelindung tangan dan kaki, rompi berlogo JMR—sebutan Jamkrindo Motor Rider, dan jaket tebal.

Maklum perjalanan dilakukan malam hari dengan menempuh jarak hampir 100 kilometer. Acara dibuka dengan penyampaian pesan dari Direktur Utama yang kala itu berhalangan hadir. Kemudian yel-yel JMR sebagai penyemangat pun diserukan. Bendera berkibar penanda perjalanan siap dimulai.

Jalur kali ini melewati Bekasi, Tambun, Karawang, dan Cikampek dengan waktu tempuh selama 3,5 jam. Perjalanan dimulai tepat pukul 00.00 WIB. Menembus kesunyian malam dengan tetap berprinsip Safety Ride. Bercampur dengan pengendara lain namun tetap kompak membuat barisan barikade.

Tepat pukul 03.30 rombongan tiba di destinasi pertama, Kantor Cabang Purwakarta. Peserta pun melepas lelah sambil menunggu pagi tiba. Setelah berkoordinasi dengan rekan Kanca, perjalanan dilanjutkan menuju UMKM produsen oleh-oleh pangan dan penghasil kerajinan tanah liat. Mengenal lebih dekat UMKM menjadi misi khusus touring JMR kali ini. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut perayaan hari ulang tahun jamkrindo ke 46.

Menikmati sate maranggi menjadi menu wajib dalam petualangan kali ini. Cita rasa daging berbumbu rempah yang dibakar itu pun segera mengisi energi para rider. Sambil menikmati sajian, M. Rizal Zailani sebagai ketua pelaksana berinisiatif mengajak peserta untuk diskusi konsep video ucapan ulang tahun Jamkrindo. Dan Waduk Jatiluhur dipilih sebagai lokasi utama pendokumentasian kegiatan JMR.

Pemilihan lokasi di waduk yang dibangun tahun 1957 itu memang tak keliru. Selain fungsinya sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), waduk terbesar di Indonesia ini juga menjadi objek wisata. Maklum saja, keindahan alam sekitar waduk tak perlu disangsikan lagi. Proses pembuatan video berlangsung khidmat walaupun kendala perijinan tak terelakkan.

Misi sudah terbayar, saatnya kembali ke Jakarta. Jarak puluhan kilo ini akan menjadi kenangan. Semua pelajaran akan jadi bekal untuk perjalanan selanjutnya. Rencana petualangan baru segera dipersiapkan. Senyum bahagia dan canda tawa jadi penutup manis touring JMR goes to Purwakarta. (JMRed.)