Berita

BRI Ajak Masyarakat Ambil KUR untuk Kegiatan Produktif

Berita | Kamis, 14 Juli 2016 16:20

J?AKARTA | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendorong penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), tidak hanya untuk ritel, melainkan juga untuk sektor produksi. Ini bertujuan agar terjadi diversifikasi usaha demi mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

"Jadi kita juga ingin mengajak masyarakat mulai sekarang ambil KUR tidak hanya untuk perdagangan tapi juga bagaimana rumah tangga memelihara ternak, seperti sapi, kambing, atau bebek. Sehingga sektor produksi ternak ini bisa jadi lebih produktif," ujar Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

"Demikian juga di sektor makanan. Misalnya bagaimana kita memberikan dorongan kepada masyarakat untuk misalnya menanam buah-buahan. Hatapannya agar supaya kebutuhan untuk buah di Indonesia tidak hanya dibuat di kebun-kebun yang besar tapi juga di skala rumahan yang kecil-kecil tapi masif," lanjutnya.

Selama ini, menurut Asmawi, para nasabah lebih mengincar KUR untuk ritel. Menurut catatan BRI, penyaluran KUR ritel sudah mencapai 100% dari target dana Rp 6 triliun pada Maret 2016.

Sedangkan secara keseluruhan, BRI telah menyalurkan sekitar 64% dari target dana KUR sebesar Rp 67 triliun sampai akhir Juni 2016.

"Target saya BRI targetnya kan 67 triliun, kita sudah mencapai kira-kira 64% sampai akhir Juni. Sedangkan untuk KUR ritel kita sudah 100% dari target 6 triliun sudah tercapai 100% di bulan Maret. Kita evaluasi kenapa KUR ritel bisa cepat habis. Ini kan mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kelas KUR ritel cukup besar," katanya 

Asmawi menambahkan, BRI akan mengevaluasi sasaran penyaluran KUR dalam 3 bulan ke depan sekaligus menyiapkan skema agar masyarakat tertarik mengambil KUR untuk kegiatan produksi.

"Jadi kita akan evaluasi tiga bulan ke depan kita akan siapkan itu. Kita sudah mulai memikirkan apa scheme yang harus diberikan agar memiliki animo untuk itu. Kalau dia ke produksi mungkin dia mendapatkan suatu insentif apa misalnya. Karena kita butuh produksi. Kita lihat masyarakat. Misalnya tadinya hanya minjam mungkin Rp 25 juta KUR atau Rp100 juta KUR ritel, kalau dia bisa diversifikasi usaha, kan mungkin dia bisa 2 kali lipat atau 1,5 kali lipat," pungkasnya. (Sumber : www.detik.com)