Berita

Jaminan kredit Jamkrindo capai Rp21 triliun

Berita | Rabu, 22 September 2010 01:25

JAKARTA: Total kredit yang dijamin Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini mencapai Rp21 triliun atau 80,7% dari keseluruhan target penjaminan tahun ini sebesar Rp26 triliun.

Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Nahid Hudaya mengatakan sejauh ini peningkatan penjaminan cukup baik dibandingkan dengan kondisi pada awal tahun yang masih terbatas.

Dia mengatakan pertumbuhan jaminan kredit pada periode Mei hingga Agustus tumbuh signifikan. Pertumbuhan jaminan kredit tersebut juga mencakup kredit usaha rakyat (KUR).

"Alhamdulillah penjaminan kami saat ini mencapai Rp21 triliun ditambah dengan KUR, sedangkan target penjaminan tahun ini sebesar Rp26 triliun. Target tidak kami revisi mengingat hanya tersisa waktu 3 bulan lagi pada tahun ini," katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman KUR di Jakarta, kemarin.

Khusus penjaminan KUR, katanya, Perum Jamkrindo menjaminkan lebih dari Rp7 triliun pada periode Januari hingga Agustus tahun ini atau meningkat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, target penjaminan KUR sepanjang tahun ini dipatok sebesar Rp8,5 triliun, atau tercapai 82,3%.

Tahun lalu, penjaminan KUR justru menjadi Rp1,6 triliun dari 2008 yang mencapai Rp2,5 triliun terkait dengan kondisi perekonomian yang kurang kondusif dan ketentuan penjaminan KUR yang dianggap terlalu ketat.

Peningkatan kredit

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan salah satu poin penting yang mendorong pertumbuhan penyaluran kredit, yaitu upaya pemerintah meningkatkan plafon KUR tanpa agunan dari Rp5 juta jadi Rp20 juta.

"Hal ini merupakan upaya untuk mempermudah akses bagi industri mikro. Plafon sebesar Rp20 juta itu agunannya dalam bentuk usaha pokok," kata Hatta.

Menanggapi hal itu, Nahid mengatakan relaksasi kebijakan pemerintah mengenai ketentuan plafon tersebut diharapkan dapat mendorong daya serap penjaminan kredit mikro, termasuk KUR, yang selama ini terkendala.

Berdasarkan catatan Bisnis, jumlah kredit yang dijamin Jamkrindo selama 3 tahun terakhir terus meningkat. Pada 2007, total kredit yang dijamin sebesar Rp17,02 triliun lalu atau naik pada 2008 menjadi Rp23,7 triliun dan tahun lalu mencapai Rp25,4 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi menambahkan tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) penyaluran KUR makin menurun seiring dengan ekspansi kredit yang cukup besar. Pada Mei 2010, NPL mencapai 6,03% tetapi saat ini menurun menjadi 4,92%.

"Ukuran NPL itu kotor gross, jadi kami patok maksimal kredit macet 5% dan saat ini level kredit macet lebih rendah dari level maksimal, yaitu 5%," kata Budi.

Nahid mengatakan tingkat kredit macet pada sektor penjaminan yang rendah juga terlihat dari jumlah klaim sepanjang 2008-2010 yang hanya sebesar Rp60 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp650 miliar pada tahun ini.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro optimistis target penyaluran KUR tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun ini mengingat hingga saat ini penyaluran KUR oleh perseroan telah mencapai 70% dari target.

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,87 triliun hingga akhir Agustus 2010.

Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim mengatakan penyaluran kredit usaha kecil menjadi fokus perseroan dan telah disalurkan kepada 14.093 usaha kecil di seluruh Indonesia.

Felia menyebutkan penyaluran kredit usaha kecil tersebut melalui beberapa sektor usaha, a.l perdagangan dan rumah tangga sebesar 51%, pertanian 38%, dan sektor jasa 5%.

"Kami berharap fasilitas kredit usaha kecil ini dapat merangsang pengembangan perekonomian daerah dan nasional dengan berbasis pada pengembangan usaha kecil dan pemberdayaan wirausahawan baru," katanya.

BNI menyalurkan KUR dengan plafon hingga Rp500 juta untuk usaha kecil. (er)

sumber : bisnis.com