Berita

Perum Jamkrindo-Bank Jatim Teken MoU Penjaminan Kredit

Berita | Jumat, 22 Januari 2016 14:30

Surabaya |  Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) melakukan penandatangan Kerja Sama (PKS) tentang  Penjaminan Kredit.  Penjaminan kredit yang dimaksud meliputi  Penjaminan Kredit Multiguna, Penjaminan Kredit Mikro,  Penjaminan Kredit Kontra Bank Garansi , Penjaminan Kredit Konstruksi Pola Keppres dan Penjaminan Kredit Konstruksi Pola Standbye Loan.
 
 “Kerja sama kemitraan ini, sangat strategis dan bertujuan lebih meningkatkan kinerja masing-masing pemangku kepentingan baik peningkatan realisasi Kredit/Pembiayaan oleh  Bank Jatim sekaligus meningkatkan volume Penjaminan oleh Perum Jamkrindo,” ujar  Direktur  Bisnis Penjaminan  Perum Jamkrindo  Bakti Prasetyo   dalam acara penandatangan PKS di Hotel JW Mariot  Surabaya  Selasa  (20/1/2016).
 
Dikatakan Bakti, kerja sama ini bukan yang pertama kali. Perum Jamkrindo bersama Bank Jatim sudah sejak lama menjalin kemitraan. “Dengan telah disahkannya UU Penjaminan, maka peran dan fungsi lembaga penjaminan akan semakin lebih luas, salah satu buktinya adalah kerja sama dengan Bank Jatim ini,” ujar Bakti.
 
Direktur Utama Bank Jatim R. Soeroso mengatakan volume penjaminan yang diterima Perum Jamkrindo dari Bank Jatim per Desember 2015 sebesar Rp28,03 miliar. Adapun jumlah nasabah yang dijamin sebanyak 18.422 nasabah.
 
Ia juga zmengklaim penyaluran kredit Bank Jatim baik dan bertumbuh secara tahunan (year –on-year). Berdasarkan laporan keuangan Desember 2015 (audited) diketahui besarannya Rp28,41 triliun. “Naik 8,46% ,” tuturnya.
 
Kontribusi pertumbuhan tertinggi penyaluran kredit adalah kredit komersil naik 10% y-o-y sebesar Rp5,70 triliun, kredit konsumer naik 8,83% y-o-y sebesar Rp18,19 triliun, dan kredit UMKM naik 5,21% yakni Rp4,53 triliun.
 
Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkindo Bakti Prasetyo menyatakan kemitraan yang dijalin dengan Bank Jatim terbilan strategis. “Ini bertujuan lebih meningkatkan kinerja masing-masing pihak,” katanya.
 
Jamkrindo sendiri menargetkan tahun 2016 penjaminan kredit capai Rp115 triliun. Sejumlah Rp65 triliun di antaranya ditargetkan dari penjaminan nonkredit usaha rakyat, dan sisanya dari dari KUR.
 
Direktur Bank Jatim R. Soeroso mengatakan peran Jamkrindo sebagai penjamin sangat dibutuhkan Bank Jatim. Jamkrindo menjamin kredit dan memberikan mitigasi risiko. “Sebagai mitra penjamin, Jamkrindo berfungsi meminimalkan risiko kredit yang kami salurkan ke masyarakat,” katanya.
Selain Soeroso, hadir dalam acara tersebut  adalah Direktur Bisnis  Menengah dan Korporasi  Bank Jatim Su’udi serta Direktur Agrobisnis dan Usaha Syariah Tony Sudjiaryanto. Juga hadir Kepala Divisi Bisnis Penjaminan Bank Jamkrindo, Lies Permana.
 
Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar, sebelumnya  menjelaskan Jamkrindo optimistis pertumbuhan bisnis penjaminan akan semakin baik.  Jamkrindo menargetkan pada 2016 volume penjaminan kredit bisa mencapai Rp115 triliun. Sebanyak Rp65 triliun di antaranya akan ditarget dari penjaminan non KUR dan sisanya dari penjaminan KUR.  
 
Terkait kerja sama dengan Bank Jatim,  Bakti Prasetyo  berharap manfaat bisa langsung dirasakan masyarakat dan korporasi untuk memanfaatkan produk-produk Kredit/Pembiayaan khususnya di sektor kredit Multiguna, mikro, kontra bank garansi, konstruksi pola Keppres dan Konstruksi Pola Standbye Loan.
Perum Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan memberikan jaminan kepada  Bank Jatim. Kedua lembaga memiliki visi yang sama dalam memberi kesempatan masyarakat dan korporasi  yang selama ini belum mampu mengakses sumber permodalan untuk mendapatkan pembiyaan.
Tujuan lain kerja sama ini juga adalah untuk meningkatkan sinergi kedua lembaga keuangan, serta untuk mendukung kelancaran kegiatan bisnis kedua perusahaan.
Pada tahun 2015 lalu Perum Jamkrindo berada pada posisi strategi yang bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekuitas dan aset perusahaan.  Perum Jamkrindo mencatatkan laba  (sebelum pajak) hingga akhir Desember 2015 sebesar Rp780,179 miliar.
Total aset perusahaan per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp11,388  triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan aset yang tercatat hingga akhir tahun 2014 yang tercatat 10,02 triliun (yoy). Sedangkan nilai ekuitas tercatat Rp9,267 triliun atau naik dari posisi ekuitas per 31 Desember 2014  sebesar Rp8,417 triliun.
Guna meningkatkan pelayanan kepada mitra kerja, Perum Jamkrindo telah memiliki jaringan pelayanan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini Jamkrindo total memiliki 55 kantor cabang dan 10 kantor pelayanan unit.   (tim)