Berita

Jamkrindo Luncurkan Produk Surety Bond

Berita | Rabu, 28 November 2012 09:10

Hari ini, Rabu (28/11) bertempat di Hotel Shangrilla, Jakarta, Perum Jamkrindo meluncurkan produk baru, surety bond. Peluncuran produk surety bond langsung dilakukan Direktur Utama (Dirut) Jamkrindo, Diding S. Anwar dan manajemen Jamkrindo.

“Surety bond merupakan salah satu produk bank garansi yang berupa surat penjaminan proyek dan bisa diperdagangkan,” kata Diding S Anwar.

Diding yang sebelumnya menjabat Dirut PT Jasa Raharja dan belum sebulan menakhodai Jamkrindo, menggantikan Nahid Hudaya.

Sebenarnya, surety bond adalah produk asuransi umum. Namun, mulai 2008, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membolehkan industri penjaminan terjun di bisnis ini.

Lewat produk surety bond, Jamkrindo berencana membidik pasar asosiasi yang menggarap proyek pemerintah, sejenis bisnis kontruksi. Jamkrindo telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi dan Informasi (TI), serta standar operasi surety bond.

Kegiatan usaha utama Jamkrindo, katanya memberikan penjaminan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa mendapatkan kredit berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR. Dengan penjaminan dari Jamkrindo, usaha kecil yang tidak layak mendapat pinjaman bank jadi bisa mendapatkan pinjaman tersebut. ’’Nah, surety bond ini untuk diversifikasi produk,’’ kata Diding.

Namun, penjaminan KUR masih akan menjadi fokus bisnis Jamkrindo. Karena ini terkait dengan program pemerintah dalam mendukung UMKM agar mendapatkan kredit dari bank.

Sejak diluncurkan pada 2007 hingga Juli 2012, sudah ada 30 bank penyalur KUR. Unit UMKM yang sudah mendapatkan kredit mencapai 2.620.000 unit dan menyerap tenaga kerja sebesar 3,5 juta jiwa. Sedangkan nilai kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp 43 triliun.

"Program ini menggerakan perekonomian nasional dan menyerap banyak tenaga kerja. Tak sedikit pengusaha kecil yang menjadi sukses berkat program KUR ini,’’ kata Diding menambahkan.