Berita

Wirausaha Hadapi Enam Tantangan

Berita | Rabu, 14 November 2012 09:10

Ada enam masalah yang menjadi tantangan pengembangan wirausaha di Indonesia. “Penegakan hukum, kondisi makro ekonomi, masalah infrastruktur, regulasi dan aturan, layanan finansial dan tenaga kerja yang terampil,” kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat membuka Global Entrepreneurship Week di Jakarta, Senin (12/11)
Bila dijabarkan enam tantangan tersebut, kata Boediono pertama, penegakkan hukum yang merupakan masalah bersama, namun tetap mempunyai dampak terhadap pengembangan usaha pemula maupun usaha kecil,dan menengah.

"Ini merupakan masalah fundamental karena wirausahawan mustahil bisa mengembangkan usaha di suatu daerah yang masih terganggu keamanannya," katanya.
Kedua, kondisi makroekonomi. Wirausahawan membutuhkan kesetabilan ekonomi untuk menjamin kelancaran bisnisnya. Pemerintah tetap mengambil sikap konservatif fiskal yang prudence karena merupakan opsi terbaik dalam kondisi ekonomi global yang serba tidak pasti.
"Kalau kondisi makro seperti yoyo atau roller coaster, maka orang yang bisa usaha hanya mereka yang sangat pandai atau sangat spekulatif. Yang produktif normal akan mundur."

Ketiga, masalah infrastruktur yang memiliki dampak besar bagi wirausahawan karena kebanyakan transaksi ekonomi pasti mencantumkan komponen biaya transportasi.
Keempat, regulasi dan aturan yang bisa mendukung atau sebaliknya justru menghambat wirausaha. Kelima, tersedianya layanan finansial bagi bisnis mikro maupun makro karena hal ini akan mempengaruhi pengembangan suatu bisnis.

"Dalam hal ini para perumus kebijakan sedang berusaha menjabarkan lebih jauh konsep financial inclusion karena dari situ bisa terjaring calon-calon wirausahawan muda," kata Wapres.

Keenam, masalah tenaga kerja yang terlatih dan terampil. Ketersediaan tenaga kerja terampil yang sangat dibutuhkan oleh pengembangan industri masih harus ditingkatkan.