Berita

BUMN Masuki Era Kerja, Kerja, Kerja

Berita | Kamis, 11 Oktober 2012 09:00

"Saya mengundang BUMN dan swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah untu mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur ini. Jika tidak, ekonomi Indonesia yang tumbuh rata-rata 6 persen dewasa ini, dengan peluang investasi yang amat besar, tidak akan mencapai hasil yang setinggi-tingginya,"

Petikan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2012 tersebut menjadi cambuk bahwa BUMN harus terlibat aktif dalam setiap sendi pembangunan perekonomian di Tanah Air. Pesan tersebut selanjutnya mengilhami babak baru BUMN Kerja,Kerja, Kerja Menuju BUMN Efisien, Bersih dan Menjadi Lokomotif Pertumbuhan yang dideklarasikan di Yogyakarta bertepatan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) BUMN yang dihadiri Presiden SBY, Rabu (10/10)

Dalam Rakor juga dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Presiden SBY bepesan agar BUMN fokus pada beberapa kegiatan seperti ketahanan pangan, energi dan transportasi ramah lingkungan. Diamanatkan juga bahwa BUMN bersih dari tindak penyalahgunaan wewenang dan melakukan bersih diri. Presiden juga berpesan agar BUMN mampu menjadi perusahaan kelas dunia dan bersaing dengan perusahaan swasta lainnya.

Pada kesempatan tersebut Dahlan Iskan mempresentasikan kiprah dan prestasi BUMN di berbagai bidang termasuk memacu seluruh BUMN untuk terus bersemangat memasuki era dengan Kerja, Kerja, Kerja. Juga hadir dalam Rakor, Manajemen Jamkrindom yang terdiri dari jajaran direksi lengkap, Ketua Dewan Pengawas Choirul Djamhari dan anggota Anis Baridwan.

Presiden SBY juga memberikan apresiasi pada keberhasilan sejumlah BUMN yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negeri ini. "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas apa yang dilakukan BUMN beberapa tahun terakhir, sehingga perekonomian Indonesia di kala dunia mengalami krisis, tidak hanya selamat, bertahan, tetapi tumbuh dan ini tidak terlepas dari kontribusi yang nyata dari BUMN," katanya.

Saat memberikan pengarahan kepada para pejabat BUMN, Presiden SBY juga meyakini akan lebih banyak lagi bintang-bintang baru pada tahun mendatang "Dan bagi yang belum, untuk segera bangkit dan kemudian maju, kecuali kalau yang mati suri sudah menyerah apa boleh buat, tentu tidak bisa kita paksakan," katanya.

Menurutnya pada prinsipnya tidak boleh ada yang menghambat gerak dan maju BUMN, karena itu juga akan menghambat gerak maju perekonomian Indonesia yang sedang bersama dijalankan.

Presiden SBY juga mendukung tema dalam Rakor yaitu menuju BUMN yang bersih, efisien, dan menjadi lokomotif pertumbuhan, sehingga Presiden mengajak semua untuk membersihkan diri terlebih dulu daripada dibersihkan pihak lain. "Itu yang paling baik, berbenah danbersih diri, kalau itu dilakukan semua akan menjadi bersih dan para penegak hukum, para auditor tidak harus turun tangan, dan kemudian memperkarakan kita semua," katanya.