Berita

Beban Klaim Jamkrindo Melonjak Rp426,94 Miliar

Berita | Kamis, 11 Oktober 2012 09:00

Jumlah beban klaim Perum Jaminan Kredit Indonesia periode Januari-Agustus 2012 melesat naik akibat tingginya  kredit bermasalah sejumlah program pembiayaan pemerintah.

Berdasarkan laporan keuangan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), jumlah beban klaim pada periode Januari-Agustus 2012 mencapai Rp426,94 miliar meningkat 80,56% dibandingkan dengan periode setahun yang lalu.

Jumlah beban klaim itu telah mencapai 99,13% target selama 2012 yang ditetapkan 430,68 miliar. Total beban tersebut terdiri dari klaim Rp346,71 miliar dan cadangan klaim senilai Rp80,22 miliar.

Sementara itu Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang diperoleh perseroan pada periode yang sama mencapai Rp671,84 miliar, naik 26% dibandingkan dengan setahun lalu yang tercatat Rp532,68 miliar. Dengan kinerja tersebut, rasio beban klaim terhadp IJP merangsek naik menjadi  51,61% dibandingkan dengan tahun lalu 34,01%.

Dari sisi investasi, perseroan mencatatkan pendapatan senilai Rp138,75 miliar, meningkat 65,11% dibandingkan setahun lalu. Hal itu masih ditambah pendapatan lain-lain yang mencapai Rp68,71 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun lalu.

Namun Perum juga mengalami kenaikan beban usaha sebesar 55,59% menjadi Rp108,59 miliar dari sebelumnya Rp69,79 miliar. Adapun laba sebelum pajak tercatat Rp343,77 miliar, naik tipis dari setahun lalu. Kinerja itu telah mendongkrak rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) menjadi 13,4% dari setahun lalu 11,32%.

Direktur Penjaminan Jamkrindo, Nanang Waskito mengatakan kenaikan klaim yang tinggi itu disebabkan karena banyaknya bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dibiayai program kredit pemerintah mengalami masalah sehingga terkendala dalam pelunasan pembiayaan.

“Selain itu masih ada debitor program kredit pemerintah seperti kredit usaha rakyat, yang menilai pembiayaan itu sebagai bantuan. Namun jumlah debitor yang sadar bahwa dana itu adalah kredit yang harus dilunasi semakin lama juga meningkat,” ujarnya, Selasa (2/10).

bisnis.com