Berita

BRI Dukung Kredit Ketahanan Pangan

Berita | Jumat, 14 September 2012 08:55

Dalam upaya menyukseskan program ketahanan pangan (KKP-E) serta program pengembangan tanaman bahan baku bahan bakar nabati, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI-Persero) siap mendukung dengan memberikan kredit.

"Bentuk kreditnya adalah kredit investasi atau kredit modal kerja. Penerima kredit, yakni petani, koperasi dan kelompok tani dengan sumber pendanaan seluruhnya dari BRI," kata Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali dalam siaran pers di Jakarta, Jum'at (14/9)

Menurutnya perusahaan akan memberi pagu maksimal kreditnya sebesar Rp500 juta untuk maksimal tenornya lima tahun. Sedangkan onyek yang dapat dibiayai yakni pengembangan tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, koro, kacang hijau dan perbenihan padi, jagung maupun kedelai.

Tidak hanya itu, ada juga yang dibiayai seperti pengembangan hortikultura, bawang merah, cabai, kentang, bawang putih, tomat, jahe, kunyit, kencur, pisang, salak, nenas, buah naga, melon, semangka, pepaya, strawberi, pemeliharaan manggis, mangga, durian, jeruk, apel dan atau melinjo.

BRI juga menyasar pengembangan perkebunan budidaya tebu, pemeliharaan teh, kopi robusta, kopi arabika dan atau lada. Kemudian ada juga pengembangan peternakan, sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, ayam ras, ayam buras, itik, burung puyuh, kelinci dan atau babi.

Selain itu, BRI juga memberikan pembiayaan untuk pengadaan atau peremajaan alat, dan mesin seperti traktor, pompa air, mesin tetas, pendingin susu, mesin penyawut singkong, mesin sortasi buah, mesin juicer, mesin pengolah biji jarak, mesin pengolah pakan dan alat kepras tebu.

Sedangkan di perikanan pelayanan kredit diberikan untuk membiayai modal kerja usaha penangkapan ikan melalui KUB atau pembudidayaan ikan melalui pokdakan.

Ali mengatakan BRI merupakan penyalur kredit KKP-E terbesar di antara 22 bank pelaksana lainnya, dengan market share lebih dari 50 persen atau lebih dari Rp1,9 triliun, dari total outstanding perbankan nasional yakni lebih dari Rp3,46 triliun pada Juni 2012.

"Untuk total akumulatif penyaluran kredit ini dari tahun 2007 sampai dengan semester I 2012 adalah Rp4,7 triliun dengan total debitur 300 ribu petani di seluruh Indonesia," kata Ali.