Berita

Diding S Anwar Pimpin Jamkrindo

Berita | Senin, 10 September 2012 08:50

Diding S Anwar menjabat Direktur Utama (Dirut) Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Senin (10/9) di Jakarta. Diding menggantikan Nahid Hudaya yang telah habis masa jabatannya. Pelantikan dilakukan di kantor Kementerian BUMN oleh Wakil Menteri BUMN pada 7/9/12, dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Memori Jabatan dilakukan di  kantor pusat Jamkrindo, disaksikan jajaran direksi dan kepala divisi maupun kepala bagian kantor pusat. Sebelum menjabat Dirut Jamkrindo, Diding memimpin PT Jasa Raharja (Persero) menggantikan Darwin Noor. Sebagai informasi Jamkrindo telah membukukan penjaminan kredit sebesar Rp54,29 triliun sepanjang 2011. Kontribusi terbesar berasal dari penjaminan kredit eksisting yang mencapai Rp34,09 triliun atau 62,79 persen dari total penjaminan. Sementara, 35,57 persen dari jumlah tersebut disumbang oleh penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp20,2 triliun.

Di sisi lain, realisasi penjaminan melonjak hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp33,95 triliun. Sekaligus, pencapaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan perusahaan pada tahun lalu sebesar Rp36 triliun. “Pertumbuhan kredit eksisting (non-KUR) cenderung stabil dari tahun ke tahun, seiring dengan bisnis komersial yang terus meningkatkan kreditnya,” kata Nahid Hudaya.

Lonjakan tajam penjaminan terhadap KUR disebabkan oleh adanya nasabah yang beralih dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Selain itu, faktor pertumbuhan penjaminan KUR dipengaruhi oleh peningkatan penyaluran KUR dari pemerintah dan perbankan. Sementara, PT Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur (Jamkrida Jatim) merealisasikan penjaminan kredit sebesar Rp315,84 miliar pada 2011, meningkat 238,55 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp93,29 miliar.
Penjaminan kredit didominasi oleh sektor usaha produktif sebesar 94 persen dari total penjaminan atau Rp206,57 miliar. Sisa enam persen atau Rp15,97 miliar didistribusikan untuk penjaminan sektor usaha nonproduktif. LKPD lainnya, yakni PT Penjaminan Kredit Daerah Bali Mandara (Jamkrida Bali) telah memberikan penjaminan kredit sebesar Rp38,3 miliar selama Februari- Desember2011. Lembaga penjaminan kredit daerah milik Pemprov Bali ini mulai menyalurkan penjaminan kredit sejak Februari tahun lalu. Realisasi pen jaminan telah melampaui target yang ditetapkan perseroan sebesar Rp34 miliar.