Berita

BBM Batal Naik, Sembako Tak Turun. Ribuan Warga Serbu Pasar Murah BUMN

Berita | Jumat, 04 Mei 2012 08:45

Walaupun tanpa Menteri BUMN Dahlan Iskan turun ke pasar seperti di Jakarta, ternyata ribuan warga menyerbu pasar murah yang digelar Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Negara (FORKOM BUMN) Kalbar.

Salah satunya pasar murah di Kecamatan Pontianak Kota yang dipusatkan di Kelurahan Sungai Bangkong, Rabu (25/4). Para ibu rumah tangga dengan tertib mengantre untuk memperoleh sembako murah itu.

Pasar murah ini dilaksanakan di 14 kabupaten/kota se-Kalbar dengan jadwal tanggal 24, 25, 26, 28 April, dan 1 Mei 2012. Pasar Murah BUMN Peduli 2012 menyiapkan 386,4 ton beras, 48,3 ton minyak goreng, 48,3 ton gula pasir, 48.300 bungkus teh celup yang dikemas menjadi 48.300 paket bazar.

Setiap paket terdiri dari 8 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 kg minyak goreng, 1 kotak teh celup yang hanya dihargai Rp30 ribu saja. Harga itu ternyata sama dengan di Jakarta dan kota lainnya. Untuk itu, program Pasar Murah BUMN Peduli 2012 mensubsidi harga 70 persen dari harga pasaran kepada 48.400 keluarga kurang mampu.

Sony dari Perum Jamkrindo mengatakan untuk di Kecamatan Pontianak Kota disediakan sebanyak 2.500 paket. Per paketnya dijual dengan harga 30 ribu rupiah.

“Untuk masyarakat Kecamatan Pontianak Kota ini kita pusatkan di Kelurahan Sungai Bangkong. Jadi, di bawah Kecamatan Pontianak Kota ada lima kelurahan. Kupon yang disebar sebanyak 2.500 dengan masing-masing kelurahan disebar 500 kupon,” katanya kepada Equator, Rabu (25/4).

Tentu saja, kupon yang diedarkan dipilih untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan. Insya Allah, katanya, penyebaran kupon ini tepat sasaran.

“Prosedurnya kita serahkan kepada kecamatan kemudian diteruskan ke kelurahan baru ke RT. Masyarakat yang sudah mendapatkan kupon langsung membawanya dan ditukarkan kepada petugas. Setelah dibayar langsung mendapatkan barang,” katanya.

Sebenarnya, program peduli dari BUMN untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM yang akhirnya batal itu. Karena sudah diagendakan walaupun BBM tidak jadi naik tetap dilaksanakan.

Di tempat yang sama, Sri Damayanti dari Bulog berharap pasar murah ini bisa meringankan beban masyarakat khususnya kelas bawah. Karena ini salah satu program CSR.

“Kami berharap apa yang dilakukan ini tepat sasaran. Sehingga bisa meringankan beban masyarakat. Apalagi sekarang kondisi harga yang tidak stabil,” katanya.

Salah seorang warga yang mengambil bagian, Ramlah, sangat bersyukur dengan pasar murah dari BUMN. Karena harga yang diberikan jauh lebih murah daripada harga barang di pasar. Harga itu melonjak dan tidak turun kendati BBM tidak naik.

“Kita merasa ringan. Beras sekarang paling rendah 10 ribu per kg, minyak goreng sekitar 12 ribu per kg. Kalau perlu pasar murah seperti ini sering-sering dilakukan,” harap warga Gang Nurcahaya ini.