Berita

Bank Kalbar Salurkan KUR Rp141M

Berita | Selasa, 31 Januari 2012 08:35

Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) dipercaya  pemerintah pusat untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut  Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY, kredit yang sudah disalurkan  oleh bank ini mencapai Rp141 miliar. “Padahal jatah kami tahun kemarin  cuma Rp120 miliar. Alhamdulillah, kita bisa menyalurkan lebih,” katanya  saat pertemuan dengan DPRD Kalbar, Jumat (27/1). Sejauh ini, sebagian  besar kredit tersebut dalam keadaan baik atau lancar. KUR yang  disalurkan mendapat penjaminan dari dua perusahaan asuransi yaitu  Jamkrindo dan Askrindo.

Apabila terjadi kredit macet, bank boleh mengajukan klaim dan mendapat  penggantian dari pihak asuransi sejumlah 75 persen dari nominal kredit.  Sementara 25 persen sisanya merupakan risiko bank. Namun, Bank Kalbar  belum pernah mengajukan klaim karena kondisi kredit tetap lancar. “Kita  akan pertahankan terus supaya kredit pada posisi lancar,” ujarnya.  Adapun komposisi sektor ekonomi yang paling banyak atau dominan  mengajukan KUR adalah sektor ekonomi, perdagangan, restoran, hotel dan  jasa dunia usaha. Di samping KUR, kata Sudirman, Bank Kalbar juga  menjalankan program Kredit Usaha Mikro (KUM).

KUM ini terdiri dari tiga skim, yaitu KUM Peduli, KUM Sejahtera dan KUM  Utama. “Skim Peduli, bisa kredit Rp5 juta tanpa agunan. Kemudian, bagi  mereka yang sudah mulai usaha dan bagus, bisa gunakan KUM Sejahera atau  Utama yang pinjaman sampai dengan Rp50 juta,” jelasnya. Namun, untuk KUM  Sejahtera atau Utama tersebut, pihak bank sudah menetapkan syarat  adanya agunan. Adapun jumlah maksimal pengajuan kredit usaha dapat  mencapai Rp500 juta. Menurut Sudirman, angka kredit mikro yang macet di  Bank Kalbar tergolong minim yaitu tercatat hanya 0,5 persen.

“Totalnya masih sedikit,” ujar dia. Hal itu karena sistem penagihan  yang dilakukan per hari atau per minggu. Untuk sistem harian, maka  petugas bank akan mendatangi tempat usaha nasabah setiap hari dan  mengutip setoran. Demikian pula, jika sistem mingguan, maka petugas akan  mendatangi tempat usaha setiap minggu. “Petugas akan mendatangi nasabah  di pasar-pasar. Tergantung, mintanya tiap hari atau tiap minggu,”  jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi B, Syarif Izhar Assyuri Alaydrus  mengatakan, DPRD mendorong Bank Kalbar agar menjadi garda terdepan dalam  membantu koperasi dan UKM. Karena itu, DPRD selalu meminta supaya  jumlah kredit produktif yang disalurkan oleh bank ini dapat terus  ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangkan  usaha.   “Di Bank Kalbar, kredit konsumtif masih tinggi. Kita minta  supaya kredit produktif yang lebih dinaikkan,” katanya. Untuk antisipasi  kredit macet, Izhar juga menyarankan agar Bank Kalbar dapat memberikan  sosialisasi, pelatihan atau pendampingan kepada masyarakat.

sumber: http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=105894