Berita

Hadapi Tantangan dengan Inisiatif Strategis

Berita | Minggu, 14 Februari 2021 11:45

PT Jamkrindo selaku perusahaan penjamin terbesar di Indonesia siap menghadapi tantangan di tahun 2021. Tantangan yang harus dihadapi tahun ini dua kali lipat lebih menantang: selain era disrupsi yang selalu terjadi perubahan cepat, juga tantangan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang belum usai.

Direktur Utama PT Jamkrindo Putrama Wahju Setyawan mengatakan, memasuki tahun 2021 ini Jamkrindo siap menghadapi tantangan dengan melakukan tuning dan konsolidasi bisnis untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan di tahun 2021.

“Strategi yang dilakukan yaitu fokus pada pengelolaan portofolio secara prudent untuk mempertahankan profitabilitas dan menjaga kesehatan finansial dan operasional. Meningkatkan integrasi dengan induk, melakukan kolaborasi dan penyelarasan bisnis dengan anggota holding lainnya, serta memperkuat konsolidasi internal,” jelas Putrama dalam Rakornas secara daring, 1-2 Februari 2021.

Kinerja PT Jamkrindo di tahun 2020 sendiri cukup baik meski kondisi ekonomi nasional maupun global terpuruk dihantam pandemi Covid-19. Dengan asumsi perekonomian membaik tahun ini, Jamkrindo menetapkan peningkatan kinerja keuangan dalam RKAP Tahun 2021. Laba rugi EBT naik menjadi 37%, Imbal Jasa Penjaminan Netto naik 37 %, Klaim naik 15% sementra Pedapatan Investasi mengalami penurunan 1%. Kemudian aset naik 16%, liabilitas naik 1% dan ekuitas naik 1%.

“Sementara itu dari segi SDM, kita melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas SDM seperti employee self-service, melaksanakan program kamus kompetensi, talent management, online learning serta digital mindset transformation. Untuk tata kelolanya sendiri kita melakukan sistem manajemen anti suap dan manajemen risiko,” papar Direktur Utama Jamkrindo.

Perusahaan penjaminan milik negara ini juga secara massif mengimplementasikan core value AKHLAK. Dari sejak bulan Agustus Jamkrindo sudah melaksanakan sosialisasi core values AKHLAK dari dewan direksi hingga kepada para pimpinan. Kemudian pada bulan September melakukan sosialisasi core values AKHLAK dari pimpinan kepada karyawan di seluruh unit kerja.

“Pada bulan Oktober kita melakukan activation seperti membuat konten sosmed Jamkrindo, quiz interaktif instagram, vlog AKHLAK dan self-affirmation quote. Lalu pada bulan November melakukan activation kembali melalui pelaksanaan Cross CEO Talks bagi seluruh karyawan,” ujar Putrama.

Di tahun ini juga Jamkrindo melakukan strategic imperatives holding. Dimana di dalamnya terdapat restrukturisasi portofolio dengan memperbaiki pengelolaan portofolio produk yang ada dengan fokus untuk menghilangkan potensi kerugian.

“Penguatan model bisnisnya, kita melakukan pengembangan bisnis model dengan memperkuat produk non program guna meningkatkan positioning perusahaan. tidak ketinggalan kita juga melakukan technology integration dengan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses melalui teknologi informasi (otomasi),” kata Putrama.

PT Jamkrindo juga melakukan peningkatan tata kelola yang lebih prudent dan berbasis risiko. Kemudian risk management yang robust dimana mengaplikasikan prinsip kehati-hatian dalam usaha, three lines of defense dan mekanisme four eyes.

Perusahaan melakukan enhance our competitiveness dengan meningkatkan kompetensi bisnis dan kualitas leadership skill untuk memenangkan persaingan di pasar. Melakukan konsolidasi dan kolaborasi dengan penguatan konsolidasi internal, kerjasama dalam ekosistem holding untuk penetrasi pasar dan efisiensi biaya. Juga memanfaatkan data dan analisa sebagai faktor pendorong yang mendukung keputusan bisnis.

Strategi Jamkrindo untuk inisiatif strategis 2021 diantaranya nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia financial seperti penagihan piutang IJP ke pemerintah dan penerima jaminan, dan efisiensi beban usaha. Untuk operasionalnya sendiri fokus penjaminan pada penugasan pemerintah (KUR dan PEN), fokus penjaminan berkinerja baik dan proyek pemerintah (APBN/APBD), meningkatkan jaringan pemasaran seluruh wilayah Indonesia.

“Dari segi sosial kita melakukan penambahan jumlah UMKM yang dilakukan penjaminan. Dari aspek inovasi, model bisnis melakukan otomasi proses bisnis, peningkatan penetrasi pada segmen market retail dengan inovasi produk,” ujar Putrama.

Karena saat ini berada di era teknologi digital, Putrama menyampaikan Jamkrindo juga melakukan kepemimpinan teknologi dengan integrasi proses bisnis aplikasi operasional dengan fungsional peningkatan IT maturity level, serta integrasi pemasaran berbasis teknologi. Serta melakukan peningkatan investasi yang berisiko rendah (Deposito dan SBN) dan melakukan kolaborasi pengelolaan portofolio dengan induk. (*)