Berita

Jamkrindo Lakukan Pemberdayaan Berkelanjutan di Geopark Ciletuh

Berita | Sabtu, 25 Januari 2020 13:56

Dalam rangka rangkaian HUT ke-50 pada 1 Juli 2020 mendatang, Jamkrindo melanjutkan pemberdayaan di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion yang melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan masyarakat pada Kamis (23/1/2020) malam di Sukabumi.

Hadir dalam FGD tersebut Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Abdul Bari dan Asisten Daerah II Kabupaten Sukabumi Ahmad Riyadi. Hadir juga para kepala dinas dan camat serta masyarakat di 8 kecamatan yang masuk ke dalam zona Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Riyadi menjelaskan, kehadiran Jamkrindo di Geopark Ciletuh melalui kampanye anti sampah plastik dan kegiatan pemberdayaan masyarakat memberi efek positif dalam penataan kawasan geopark. “Kami mengucapkan terima kasih karena Jamkrindo terus mendorong perubahan positif di Geopark Ciletuh Palabuhanratu,” ujar Rayadi.

Bersaman dengan ini Jamkrindo juga memberikan bea siswa kepada siswa-siswa berpretasi yang ada dikawasan Geopark Ciletuh. Bantuan ini diberikan sebagai wujud dukungan Perum Jamkrindo peduli dengan Pendidikan masyarakat.

Sejak melaksanakan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada bulan November tahun 2019 silam, berbagai kegiatan positif telah dilakukan antara lain, gerakan kanpanye anti sampah, penghijauan kawasan wisata, penyedian tempat sampah, pemberdayaan UMKM dan juga kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan masyarakat.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengatakan pengembangan ekosistem di kawasan geopark tidak bisa mengesampingkan peran masyarakat. Maka dari itu, Jamkrindo senantiasa melibatkan masyarakat dalam setiap program yang dilakukan. 

“Tahun 2020 ini merupakan milestone baru kami untuk pengembangan ke depannya, maka dari itu kami kembali melakukan FGD dengan tokoh-tokoh kunci masyarakat dan seluruh elemen di Geopark Ciletuh untuk mengevaluasi dan merencanakan program pemberdayaan strategis yang akan dilakukan ke depannya,” ujar Randi Anto.

Hal ini selaras dengan tema Hut ke 50 tahun Jamkrindo yakni peningkatan kualitas SDM Indonesia. Pada tahun 2020 berbagai kegiatan akan dilakukan mulai dari pembentukan bank sampah, pembenahan pasar ikan, pembuatan Jamkrindo Center yang merupakan pusat belajar masyarakat, dan umkm center. Selain itu ada juga kegiatan pendataan wisatawan, penyediaan sarana air bersih, dan pembenahan landscape guna mendukung kegiatan pariwisata.

Ketua Asosiasi Homestay Ciletuh Yudi Mulyadi menjelaskan, sejak kampanye anti sampah plastik gencar dilaksanakan di Pantai Palangpang, Puncak Darma, Curug Sodong, dan Curug Cimarinjung, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dari sampah plastik terus meningkat. Para pemilik homestay juga mendapatkan dampak positif karena kawasan Geopark Ciletuh makin dilirik oleh wisatawan sehingga potensi hunian homestay juga meningkat.

”Kami yakin bahwa dengan lingkungan yang bersih, wisatawan akan makin betah menghabiskan waktu di kawasan Geopark Ciletuh,” ucap Yudi.

Kepala Desa Ciwaru Taopik Guntur Rochmi juga melihat makin meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sampah plastik.”Sekarang, di banyak tempat di Ciwaru, topik mengenai sampah mulai makin sering menjadi bahan pembicaraan. Sampah plastik yang tercecer di kawasan wisata juga sudah jauh berkurang.,” tutur Taopik.

Perkembangan ekonomi warga di sekitar kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi terus menggeliat. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu merupakan obyek wisata yang ditetapkan sebagai bagian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization(UNESCO) Global Geoparks (UGG) pada 2018 lalu. 

“Setelah dimulai di Kecamatan Ciemas, kegiatan serupa dan kegiatan pemberdayaan ekonomi akan dilaksanakan di 7 kecamatan lainnyan di wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Hal ini menjadi bagian dari kesepakatan bersama antara Jamkrindo dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Geopark Ciletuh Palabuhanratu dengan durasi selama tiga tahun,” ucapnya. (*)