Berita

49 Tahun Perum Jamkrindo, 'Sahabat Penolong' Si Kecil UMKM

Berita | Senin, 15 Juli 2019 08:13

Pada usianya yang hampir setengah abad, Perusahaan umum Penjamin Perkreditan Indonesia (Perum Jamkrindo) tetap selalu berusaha dekat dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seperti dikemukakan Direktur utama (Dirut) Jamkrindo Randi Anto pada suatu acara donor darah, yang merupakan rangkaian kegiatan hari jadi Perum Jamkrindo ke 49, di kantor pusat perusahaan tersebut. Saat itu, dia mengatakan, kawan-kawan pelaku UMKM bisa mengakses website Jakrindo atau datang ke cabang Jankrindo di berbagai daerah.

"Di sana kawan-kawan UMKM dapat bertanya apa saja, yang berkaitan dengan perkreditan," ujarnya. Karena, selain menjadi penjamin bagi UMKM, Jamkrindo juga melakukan pembinaan. Para pelaku UMKM, bisa memperoleh binaan, salah satunya agar bisa menjadi bankable.

Dan, Jamkrindo menjadi penjamin ketika pelaku UMKM mengajukan bantuan permodalan ke bank. Dengan kiprahnya tersebut, maka tak heran kalau Perum Jamkrindo lantas bertransformasi menjadi lokomotif industri penjaminan.

Perum Jamkrindo berperan penting dalam pembangunan UMKM dan Koperasi agar bisa naik kelas. Seperti diketahui, UMKM merupakan bentuk usaha yang selalu mampu bertahan dalam kondisi apa pun. Hal itu, sudah teruji ketika terjadi krisis moneter tahun 1998 silam.

Saat itu, tidak sedikit perusahaan besar yang kolaps, bahkan sampai gulung tikar alias bangkrut. Namun, tidak demikian dengan UMKM, mereka kebanyakan masih bisa bertahan. Koperasi dan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar utama penopang dan sekaligus penggerak Perekonomian Nasional. Hanya saja, seiring dengan kemajuan jaman dan makin majunya teknologi industri, tidak sedikit pula UMKM menjadi keteteran.

Berdasarkan data kementerian koperasi dan UKM Jumlah pelaku UMKM di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 99,99 persen dari total 62.92 juta pelaku usaha. UMKM juga berkontribusi sebesar 60,34 persen terhadap PDB nasional. Sementara, kendati usaha yang diperlihatkan tampak maju. Untuk ikut berkembang, kadang kerap terbentur pada permodalan.

Namun, karena tidak bankable, agak sulit bagi UMKM untuk menembus dunia perbankan. Banyak UMKM yang layak namun tidak mempunyai akses pendanaan perbankan..

"Untuk itulah, Perum Jamkrindo muncul guna menjadi "Sahabat Penolong" bagi si kecil" (UMKM).  Menjadi lembaga penjamin pada bank, saat UMKM memerlukan penambahan modal, untuk pengembangan,"  tutur Dirut Jamkrindo.

Perum Jamkrindo merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang penjaminan kredit yang diberikan mandatory sebagai jembatan bagi UMKM, untuk mengakses permodalan. Sehingga, Perum Jamkrindo sebagai salah satu stakeholder utama UMKM dituntut, untuk tak henti mencari cara agar UMKM di Indonesia bisa tumbuh berkembang.

Saat ini, Perum Jamkrindo makin berkembang sebagai perusahaan keuangan yang sehat, modern, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan di Indonesia. Karenanya, tak heran kalau jumlah kredit yang dijamin Perum Jamkrindo terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 42,4 persen 5 (lima) tahun belakangan.

Angka pertumbuhan penjaminan tertinggi terjadi pada tahun 2016 yakni 82,5 persen. Pada 2018 Perum Jamkrindo menjamin lebih Rp153 triliun, untuk lebih dari 7 juta UMKM dan Koperasi.

Sementara, posisi penjaminan Perum Jamkrindo pada kuartal I 2019 sebesar Rp49,07 triliun untuk 1,9 juta UMKM dan koperasi. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 16 persen, dibandingkan pencapaian pada kuartal I 2018, yang hanya Rp42,4 triliun.

Perum Jamkrindo juga mencatatkan laba, pada sebelum pajak sebesar Rp202 miliar atau meningkat 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang hanya Rp103 miliar. Sedangkan untuk beban Klaim, Perum Jamkrindo mencatatkan sebesar Rp344 miliar atau meningkat 20 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp287 Miliar.

Sejumlah info menyebutkan, Perum Jamkrindo mempunyai strategi dalam memdampingi UMKM. Di antaranya: kelengkapan database profil UMKM. Ini sangat diperlukan, guna mengetahui potensi dan kelemahan suatu UMKM. Selannjutnya, mengubah pola pikiri (mindset) para pelaku UMKM, agar berpikir untuk meraih peluang pasar lebih besar.

Strategi ketiga melakukan pembinaan dan pembelajaran, agar UMKM tertib administrasi dan keuangan, serta melakukan monitoring terus menerus terhadap perkembangan UMKM dalam menjalankan usahanya. Yang terakhir mendorong dan membantu UMKM yang masih buta teknologi menjadi melek teknologi.

Tidak salah kalau Perum Jamkrindo benar-benar "sahabat penolong" bagi si kecil (UMKM). Selain memberi penjaminan, sekaligus memberi pembinaan. ***


Penulis : Seno Budi
Pemenng Juara I 
Lomba Jurnalistik 2019