Berita

Jamkrindo Dukung Pengembangan Bisnis PT Industri Sandang Nusantara

Berita | Kamis, 09 Agustus 2018 16:13

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di lini usaha penjaminan kredit, Perum Jamkrindo memberikan dukungan penuh pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Bersama dengan tiga BUMN lainnya yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), PT Danareksa (Persero), PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Tidak ketinggalan, BUMN penjamin kredit, Perum Jamkrindo juga turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam mengembangkan pasar sarung dan industri tekstil.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan MoU yang ditandatangani ini merupakan sinergi dalam hal pembiayaan, pengadaan bahan baku dan penjaminannya serta penjaminan pembayaran untuk pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Peran Danareksa (Persero) akan memberikan pembiayaan, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut terkait dengan pengadaan bahan baku, dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) penjaminan pengadaan bahan baku, serta Perum Jamkrindo sebagaimana perannya sebagai penjamin kredit akan berperan sebagai penjaminan atas pembayaran.

Lebih jauh Randi mengatakan optimistis bahwa sinergi akan berdampak positif tidak hanya bagi PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dan para pihak yang terlibat dalam MoU juga ke pada perekonomian nasional. Di satu sisi, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai 12,4 miliar dollar AS pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar 11,8 miliar dollar AS. Pemerintah bahkan juga menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 sebesar 15 miliar dollar AS. “Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat memperkokoh sinergi serta peran strategis BUMN sebagai wujud peran BUMN Hadir untuk Negeri,” kata Randi.

Sebagai perusahaan penjamin terbesar di Indonesia, di usianya telah menginjak 48 tahun, Perum Jamkrindo terus tumbuh menjadi lokomotif industri penjaminan di Indonesia. Pada semester I-2018, volume penjaminan tercatat Rp 86,30 triliun atau tumbuh 22,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Saat ini layanan Perum Jamkrindo telah tersebar diseluruh Indonesia, dengan hadirnya 9 Kantor Wilayah, 56 Kantor Cabang dan 14 Kantor Unit Pelayanan yang tersebar di Ibukota Provinsi dan Kabupaten seluruh Indonesia.

Sesuai dengan mandat untuk menjamin kredit usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK) Perum Jamkrindo terus melakukan terobosan agar keberlanjutan bisnis terjaga. Selain tetap mendukung program pemerintah dengan menjamin KUR, Perum Jamkrindo juga mengembangkan produk-produk baru, baik untuk menjamin kredit di luar KUR maupun produk penjaminan lain. "Tahun ini kami menargetkan bisa mencapai volume penjaminan sebesar Rp 156,8 triliun," ujar Randi. (*)