Berita

Perum Jamkrindo Terlibat dalam Program Elektrifikasi di Jawa Barat dan Banten

Berita | Selasa, 07 Agustus 2018 19:20

Perum Jamkrindo terlibat dalam program elektrifikasi di Jawa Barat (Jabar) dan Banten melalui penandatanganan kerjasama antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama 34 BUMN lainnya di Gedung Kementerian BUMN pada Selasa, 7 Agustus 2018 . Dalam penandatanganan kerjasama Program yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu turut disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. 

Direktur Keuangan, Investasi, dan Manajemen Risiko Perum Jamkrindo I. Rusdonobanu mengatakan, dalam program elektrifikasi di Jawa Barat dan Banten itu, Perum Jamkrindo turut ambil bagian dalam memberikan bantuan sambungan listrik bagi 500 keluarga di Jawa Barat. Dalam program ini, bantuan sambungan listrik dari Perum Jamkrindo akan disalurkan untuk penerima di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Garut.

”Perum Jamkrindo terlibat dalam program ini untuk ikut meningkatkan rasio elektrifikasi di Jawa Barat dan Banten. Peningkatan rasio elektrifikasi akan mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, sebab berbagai kegiatan produktif masyarakat bisa dilakukan dengan bantuan alat bersumber energi listrik” ujar Rusdonobanu dalam siaran pers.

Menurut Rusdonobaru, Perum Jamkrindo tidak hanya menjalankan fungsinya sebagai BUMN penjamin kredit bagi masyarakat luas dan dunia usaha. Lebih dari itu, melalui keterlibatan dalam program elektrifikasi di Jawa Barat dan Banten, Perum Jamkrindo secara nyata hadir untuk Negeri sekaligus menumbuhkan semangat dalam upaya bersama mewujudkan kepedulian.

Seperti diketahui bersama, program elektrifikasi merupakan salah satu bagian dari kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri. Pelaksanaannya berdasarkan Surat Kementerian BUMN No. -114/S.MBU/07/2018 tanggal 13 Juli 2018, perihal Program Elektrifikasi Jawa Barat Bagian Selatan dan Banten. BUMN diminta untuk berkontribusi meningkatkan rasio elektrifikasi sesuai wilayah penugasan dan penetapan Kementerian BUMN.

Melalui program ini, sambungan listrik baru ditargetkan bisa menjangkau 103.000 rumah tangga pada 28 Oktober 2018. Perkiraan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 56,9 miliar. Rumah tangga kurang mampu yang mendapatkan program ini dipilih dan ditetapkan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Dalam catatan PLN, saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat 96,79 persen dengan jumlah keluarga yang belum mendapat sambungan listrik mencapai sebanyak 334.260 keluarga. Rumah tangga kurang mampu yang mendapat bantuan program ini mendapatkan sambungan listrik berdaya 450 VA dengan tarif subsidi dan sistem prabayar. (*)